nisrina "koar koar" pages

APA LIAT LIAT ?? KEPO IH KEPO ~

Untuk sekarang, hari ini, hingga Agustus ini habis

Perjalanan yang terbilang nekat ini, untuk beberapa orang terlihat kontroversi. Tidak berenam seperti waktu ke jogja, tidak berenam juga seperti ke lombok, karena selain finansial yg seadanya, planning ekstra cepat, dan ujungnya sulit mencari yang ingin diajak mendadak.

Sebut saja ini suvey, bakal banyak trial and error, ga akan semudah seperti lombok, dimana tidur dan makan terjamin, ini lain ..

Yang paling terngiang sebelum pergi adalah pernyataan salah seorang teman
“ini pasti bakal jadi bahan omongan orang2, tiati!”

Yes, I call it ‘resiko’

— 1 month ago
Skenario.

Ibarat skenario, bertingkah seolah passion, nyatanya mencari perhatian publik, kau, lupa bagaimana bisa seperti sekarang. Bangga dengan yang sudah kau raih? Yakin, benar2 sudah diraih? Silahkan bersenang senang dengan yang dianggap sebagai zona nyaman mu, hiruplah setiap udara yang kau hembus bersama mereka di kota besar, dengan hiruk pikuk dan polusi namun tetap terasa seperti menghirup udara segar, karena kau sedang bersama mereka yang seolah membuatmu nyaman, ya, seolah.
Terbata saat menjawab, terlihat sibuk meski waktu istirahat, tersirat menunjukan rasa bangga dengan perhatian yang berlebihan, menghindar, cari alasan jelas agar lekas menghilang dari pandangan, terjadi sudah.
Skenariomu mudah ditebak? Tidak
Sangat rapih penyusunannya, namun hanya terlihat rapi, sayang, skenariomu seperti diletakan begitu saja diatas meja, membiarkan setiap orang yg melewati meja itu membacanya, lalu berkata .. oh, gini ya, kaget sih, tapi yasudahlah.
Jika saat ini kita duduk bersebrangan, dibatasi api unggun di hadapan, ijinkan kubawa skenariomu yang kuambil dari atas meja tadi, saat kau melihatku membawa kertas skenariomu, membiakanmu melihat kertasmu sejenak, dengan sengaja ku bakar skenariomu diatas api unggun malam itu, kau melihat kertas itu terbakar, kau diam. Bahkan kau melihat tanganku sedikit melepuh akibat terbakar api unggun, kau tetap diam. Sesekali kau melihat situasi disekitarmu, lalu kau terfokus kemabali pada skenariomu yang kini sedang di lahap oleh kobaran kecil api unggun, mengikuti setiap detik proses pembakaran dengan ekspresi datar, tak dapat ku terka saat itu apa yang kau fikirkan, kau seakan fokus pada skenario terbakarmu itu, namun kau melayang jauh, pasrah seperti ingin ikut terbakar bersama kertas penuh cerita itu. Hingga yang terlihat tinggal kertas yg terbakar, api unggun yang sudah padam.
Kau tau kalau sedari tadi hanya bisa tertunduk menatap bakaran kertas, hening.
Kau pun tersadar, kini kau sendiri.

— 2 months ago

nyentil banget !

Patah karang semangat dengar mulut pedas berdebat
Yang hanya lihat salahmu
Gerah kadang pendengar dapat cibiran sang benar
Sinis mabukkan untukmu

Mereka tak sempurna, sama juga hanya denganmu
Jangan risaukan celahmu
Mungkin mereka bulan tapi ingat kau matahari
Cahaya mereka darimu

(menari bernyanyi) lakukan yang kau suka
(hidupmu) bukan hidupnya
(bicara bersorak heiii) lakukan yang kau suka
(hidupmu) bukan hidupnya

Mereka tak sempurna, sama juga hanya denganmu
Jangan risaukan celahmu
Mungkin mereka bulan tapi ingat kau matahari
Cahaya mereka darimu

(buka hatimu) buka hatimu, dengar, biar senang beralasan
Kuatkan langkah jiwamu
Waspada yang cemburu, tak semua kutukan berlaku
Kuatlah langkah hatimu

(menari bernyanyi) lakukan yang kau suka
(hidupmu) bukan hidupnya
(bicara bersorak heiii) lakukan yang kau suka
(hidupmu) bukan hidupnya

Buktikan sekarang, angkat penamu tulis
Bila gemar menulis
Buktikan sekarang, bergerak suaramu
Bila gemar bernyanyi

(menari bernyanyi) lakukan yang kau suka
(hidupmu) bukan hidupnya
(bicara bersorak heiii) lakukan yang kau suka
(hidupmu) bukan hidupnya

(menari bernyanyi) lakukan yang kau suka
(hidupmu) bukan hidupnya
(bicara bersorak heiii) lakukan yang kau suka
(hidupmu bukan hidupnya)

(menari bernyanyi, hidupmu
Bicara bersorak heiii, hidupmu)

yublowmamind,tulus!

(Source: Spotify)

— 5 months ago
nis, sebenernya kamu itu semester berapa?

pertanyaan tersebut sering terlontar dari beberapa orang yang baru dikenal, antara dongkol dan sedikit seneng (sedikit kalau dianggap baby face) lebih besar dongkolnya sih, ternyata kebanyakan nilai dari segi muka, penampilan baju, kelakuan dan.. cara berfikir! nah point terakhir yang jadi poin gendek. 

ternyata gaselamanya dibilang “masih keliatan anak anak” itu nyenengin atau pernah ada yang nyangkal ”ah masa sih semester 6” dan berlanjut di hati orang tersebut “orang mikirnya masih bengini” —- nethink doang sih

kemaren temen les yang udah lulus sempet nanya segala macem tentang aku, ya aku jawab sekenanya, sekepikirannya, se-kealamannya, tapi ga seenaknya ko, ta’ pikir dulu sebelum nyeplos..

dan diakhir sesi tanya jawab dia kaya nyimpulin

"kita cuma beda setaun, tapi rasanya kamu tuh kaya jauh banget dibawah aku, dari segi pemikiran sama kelakuan kamu"

entahlah… saat itu aku sendiri ga bisa nyimpulin.

so, mau sampai kapan seneng dianggap anak kecil? aku sih gapernah seneng atau gimana, malah mikir. ga keras banget sih mikirnya, makanya suka nyimpulin setengah setengah.he.

kemaren kemaren ada quotes gitu : berfikirlah seperti anak anak tapi jangan ke kanak kanakan, haha.. semoga jatuhnya bukan so imut deh, mungkin lebih diartikan freedom ! mungkin, gatau deh.

freedom, original, unlimited, random, absurd dan.. tringgg! hasilnya… rahasiaaa~

done, cuma pengen ngetik iseng aja, lagi ngehindarin tugas studio bab IV yang ga kelar kelar.he.

bye, selamat ngerjain TA.. *bagi yang menjalankan* :)

— 6 months ago
"nanya sama ngeremehin itu beda tipis, kadang yang nanya itu pura pura ga tau jawabannya padahal dia cuma mau denger jawaban yang dianggap salah dan bodoh"
sumber yang agak bisa dipercaya
— 6 months ago
"kadang heran sama yang dulunya kalem sekarang jadi skoteng —- suka sok ganteng"
emaap.
— 7 months ago
"you will get some lose, and get some new"
unknown
— 7 months ago